Kamis, 06 April 2017

Text Box: MAKALAH KONSELING BULLYINGText Box: MAKALAH KONSELING BULLYING
Nama kelompok:Abdul Rohman
                              :Ahmad Rais
                              :Siti Rukayah
                               :Nilah Saroyah
                               :Anis Saturidho
                              :Rofiahtul Adawiyah

Smkit  attaqwa 9 Jl, Ujungharapan Gg. H. Kiman Musholla Assalam Kelurahan Bahagia Kabupaten Bekasi 17610
Bekasi 17610


KATA PENGANTAR
Puji syukur penyusun ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga Makalah tentang “Bullying” ini dapat diselesaikan dengan baik. Makalah ini penulis buat untuk melengkapi tugas individu mata kuliah Teknologi Informasi dalam BK.
Penulis ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Dan penulis juga menyadari pentingnya akan sumber bacaan dan referensi internet yang telah membantu dalam memberikan informasi yang akan menjadi bahan makalah. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu dosen pembimbing mata kuliah Teknologi Informasi Dalam BK, yang telah memberikan arahan serta bimbingan-nya selama ini sehingga penyusunan makalah dapat dibuat dengan sebaik0-baiknya.
Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi penyempurnaan makalah ini.
Penulis mohon maaf jika di dalam makalah ini terdapat banyak kesalahan dan kekurangan, karena kesempurnaan hanya milik yang maha kuasa yaitu Allah swt, dan kekurangan pasti milik kita sebagai manusia. Semoga makalah ini dapat bemanfaat bagi kita semuanya.


Bekasi, Mei 2017
Penulis













DAFTAR ISI

Kata Pengantar                                                                                                i
Daftar Isi                                                                                                           ii
Bab I. Pendahuluan                                                                                         1
A. Latar Belakang                                                                                              1
B. Rumusan Masalah                                                                                         2
C. Tujuan                                                                                                           3
Bab II. Pembahasan                                                                                                    4
A. Pengertian Bullying………………………………………………………...5
B.  Jenis -  Jenis Bullying……………………………………………………....6
C.  Faktor penyebab bullying                                                                              7
D. Dampak Tindakan bullying………………………………………………...9
E.  Upaya Mengatasi Bullying…………………………………………………12
Bab IV. Penutup                                                                                              15
A. Kesimpulan                                                                                                   15
B. Saran                                                                                                             15
Daftar Pustaka                                                                                                 16























BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Dimana pada masa ini remaja memiliki kematangan emosi, sosial, fisik dan psikis. Remaja juga merupakan tahapan perkembangan yang harus dilewati dengan berbagai kesulitan. Dalam tugas perkembangannya, remaja akan melewati beberapa fase dengan berbagai tingkat kesulitan permasalahannya sehingga dengan mengetahui tugas-tugas perkembangan remaja dapat mencegah konflik yang ditimbulkan oleh remaja dalam keseharian yang sangat menyulitkan masyarakat, agar tidak salah persepsi dalam menangani permasalahan tersebut. Pada masa ini juga kondisi psikis remaja sangat labil. Karena masa ini merupakan fase pencarian jati diri. Biasanya mereka selalu ingin tahu dan mencoba sesuatu yang baru dilihat atau diketahuinya dari lingkungan sekitarnya, mulai lingkungan keluarga, sekolah, teman sepermainan dan masyarakat. Semua pengetahuan yang baru diketahuinya diterima dan ditanggapi oleh remaja sesuai dengan kepribadian masing-masing. Disinilah peran lingkungan sekitar sangat diperlukan untuk membentuk kepribadian seorang remaja.

Setiap remaja sebenarnya memiliki potensi untuk dapat mencapai kematangan kepribadian yang memungkinkan mereka dapat menghadapi tantangan hidup secara wajar di dalam lingkungannya, namun potensi ini tentunya tidak akan berkembang dengan optimal jika tidak ditunjang oleh faktor fisik dan faktor lingkungan yang memadai. Dalam pembentukan kepribadian seorang remaja, akan selalu ada beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu faktor risiko dan faktor protektif. Faktor risiko ini dapat bersifat individual, konstekstual (pengaruh lingkungan), atau yang dihasilkan melalui interaksi antara individu dengan lingkungannya. Faktor risiko yang disertai dengan kerentanan psikososial, dan resilience pada seorang remaja akan memicu terjadinya gangguan emosi dan perilaku yang khas pada seorang remaja. Sedangkan faktor protektif merupakan faktor yang memberikan penjelasan bahwa tidak semua remaja yang mempunyai faktor risiko akan mengalami masalah perilaku atau emosi, atau mengalami gangguan tertentu. Rutter (1985) menjelaskan bahwa faktor protektif merupakan faktor yang memodifikasi, merubah, atau menjadikan respons seseorang menjadi lebih kuat menghadapi berbagai macam tantangan yang datang dari lingkungannya. Faktor protektif ini akan berinteraksi dengan faktor risiko dengan hasil akhir berupa terjadi tidaknya masalah perilaku atau emosi, atau gangguan mental kemudian hari.
Lemahnya emosi seseorang akan berdampak pada terjadinya masalah di kalangan remaja, misalnya bullying yang sekarang kembali mencuat di media.
BAB II
PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN BULLYING
Definisi bullying merupakan sebuah kata serapan dari bahasa Inggris. Bullying berasal dari kata bully yang artinya penggertak, orang yang mengganggu orang yang lemah. Beberapa istilah dalam bahasa Indonesia yang seringkali dipakai masyarakat untuk menggambarkan fenomena bullying di antaranya adalah penindasan, penggencetan, perpeloncoan, pemalakan, pengucilan, atau intimidasi (Susanti, 2006).
Barbara Coloroso (2003:44) : “Bullying adalah tindakan bermusuhan yang dilakukan secara sadar dan disengaja yang bertujuan untuk menyakiti, seperti menakuti melalui ancaman agresi dan menimbulkan terror. Termasuk juga tindakan yang direncanakan maupun yang spontan bersifat nyata atau hampir tidak terlihat, dihadapan seseorang atau di belakang seseorang, mudah untuk diidentifikasi atau terselubung dibalik persahabatan, dilakukan oleh seorang anak atau kelompok anak.

Dari berbagai definisi di atas dapat disimpulkan bahwa bullying merupakan serangan berulang secara fisik, psikologis, sosial, ataupun verbal, yang dilakukan dalam posisi kekuatan yang secara situasional didefinisikan untuk keuntungan atau kepuasan mereka sendiri. Bullying merupakan bentuk awal dari perilaku agresif yaitu tingkah laku yang kasar. Bisa secara fisik, psikis, melalui kata-kata, ataupun kombinasi dari ketiganya. Hal itu bisa dilakukan oleh kelompok atau individu. Pelaku mengambil keuntungan dari orang lain yang dilihatnya mudah diserang. Tindakannya bisa dengan mengejek nama, korban diganggu atau diasingkan dan dapat merugikan korban.

B.     JENIS – JENIS TINDAKAN BULLYING
Barbara Coloroso (2006:47-50) membagi jenis-jenis bullying kedalam empat jenis, yaitu sebagai berikut: 
1.      Bullying secara verbal; perilaku ini dapat berupa julukan nama, celaan, fitnah, kritikan kejam, penghinaan, pernyataan-pernyataan yang bernuansa ajakan seksual atau pelecehan seksual, terror, surat-surat yang mengintimidasi, tuduhan-tuduhan yang tidak benar kasak-kusuk yang keji dan keliru, gosip dan sebagainya
2.      Bullying secara fisik; yang termasuk dalam jenis ini ialah memukuli, menendang, menampar, mencekik, menggigit, mencakar, meludahi, dan merusak serta menghancurkan barang-barang milik anak yang tertindas. Kendati bullying jenis ini adalah yang paling tampak dan mudah untuk diidentifikasi, namun kejadian bullying secara fisik tidak sebanyak bullying dalam bentuk lain..
3.       Bullying secara relasional; adalah pelemahan harga diri korban secara sistematis melalui pengabaian, pengucilan atau penghindaran. Perilaku ini dapat mencakup sikap-sikap yang tersembunyi seperti pandangan yang agresif, lirikan mata, helaan nafas, cibiran, tawa mengejek dan bahasa tubuh yang mengejek. Bullying dalam bentuk ini cenderung perilaku bullying yang paling sulit dideteksi dari luar.
4.      Bullying elektronik; merupakan bentuk perilaku bullying yang dilakukan pelakunya melalui sarana elektronik seperti komputer, handphone, internet, website, chatting room, e-mail, SMS dan sebagainya. Biasanya ditujukan untuk meneror korban dengan menggunakan tulisan, animasi, gambar dan rekaman video atau film yang sifatnya mengintimidasi, menyakiti atau menyudutkan.


C.    FAKTOR PENYEBAB BULLYING

Bullying dapat terjadi dimana saja, di perkotaan, pedesaan, sekolah negeri, sekolah swasta, di waktu sekolah maupun di luar waktu sekolah. Bullying terjadi karena interaksi dari berbagai faktor yang dapat berasal dari pelaku, korban, dan lingkungan dimana bullying tersebut terjadi.

D.    DAMPAK TINDAKAN BULLYING

Bullying memiliki berbagai dampak negatif yang dapat dirasakan oleh semua pihak yang terlibat di dalamnya, baik pelaku, korban, ataupun orang-orang yang menyaksikan tindakanbullying.



No
Jenis Bullying
Tindakan bullying
Keterangan/Cerita
1.
verbal
Menghina
Pada suatu hari saya melihat orang yang sedang diam tiba tiba datang seseorang dengan teman2 nya dan langsung mengatai dengan omongan”Ada orang yang gk bisa main komputer”
2.
Non verbal
menendang
Senin 3 mei 2017 saya melihat Dono(nama samaran)  yang sedang asyik minum es lalu ada Joni(nama samaran) dan teman teman nya mengajak Dono untuk  tidak mengikuti jam pelajaran,si joni pun kesal karena Dono tidak mau menuruti Perintah si joni.Lalu si joni pun menendang kaki si Dono dan pergi begitu saja
3.
Verbal
Mengejek
Selasa 4 mei 2017 saya melihat Kevin (nama samaran)Sedang asyik membaca buku,lalu si patrick(nama samaran) masuk dan langsung merampas buku si Kevin si kevin pun diam karena dia anaknya pendiam,si patrick pun langsung melemparkan buku nya si kevin ke wajahnya dan berkata dasar Gagu

E.     UPAYA MENGATASI BULLYING
Dalam rangka mencegah bullying, banyak pihak telah menjalankan program dan kampanye anti bullying di sekolah-sekolah, baik dari pihak sekolah sendiri, maupun organisasi-organisasi lain yang berhubungan dengan anak. Namun, pada nyatanya, bullying masih kerap terjadi di sekolah-sekolah di Indonesia, seperti yang dapat kita amati melalui kejadian baru-baru ini di salah satu SMA swasta yang disebutkan di awal tulisan ini:

1. Membantu anak-anak mengetahui dan memahami bullying

Dengan menambah pengetahuan anak-anak mengenai bullying, mereka dapat lebih mudah mengenali saat bullying menimpa mereka atau orang-orang di dekat mereka. Selain itu anak-anak juga perlu dibekali dengan pengetahuan untuk menghadapi bullying dan bagaimana mencari pertolongan.

Hal-hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman anak mengenai bullying, diantaranya:
·                     Memberitahu pada anak bahwa bullying tidak baik dan tidak dapat dibenarkan dengan alasan maupun tujuan apapun. Setiap orang layak diperlakukan dengan hormat, apapun perbedaan yang mereka miliki.
·                     Memberitahu pada anak mengenai dampak-dampak bullying bagi pihak-pihak yang terlibat maupun bagi yang menjadi “saksi bisu”.
2. Memberi saran mengenai cara-cara menghadapi bullying


3. Membangun hubungan dan komunikasi dua arah dengan anak


4. Mendorong mereka untuk tidak menjadi “saksi bisu” dalam kasus bullying

,
5. Membantu anak menemukan minat dan potensi mereka
·         Jangan membawa barang-barang mahal atau uang berlebihan. Merampas, merusak, atau menyandera barang-barang korban adalah tindakan yang biasanya dilakukan pelaku bullying. Oleh karena itu, sebisa mungkin jangan beri mereka kesempatan membawa barang mahal atau uang yang berlebihan ke sekolah.
·         Jangan sendirian. Pelaku bullying melihat anak yang menyendiri sebagai “mangsa” yang potensial. Oleh karena itu, jangan sendirian di dalam kelas, di lorong sekolah, atau tempat-tempat sepi lainnya. Kalau memungkinkan, beradalah di tempat di mana guru atau orang dewasa lainnya dapat melihat. Akan lebih baik lagi, jika anak tersebut bersama-sama dengan teman, atau mencoba berteman dengan anak-anak penyendiri lainnya.
·         Jangan cari gara-gara dengan pelaku bullying.
·         Jika anak tersebut suatu saat terperangkap dalam situasi bullying, kuncinya adalah tampil percaya diri. Jangan memperlihatkan diri seperti orang yan lemah atau ketakutan.
·         Harus berani melapor pada orang tua, guru, atau orang dewasa lainnya yang dipercayainya. Ajaklah anak tersebut untuk berani bertindak dan mencoba
6. Memberi teladan lewat sikap dan perilaku



BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Bullying adalah suatu tindakan negatif yang dilakukan secara berulang-ulang dimana tindakan tersebut sengaja dilakukan dengan tujuan untuk melukai dan memnuat seseorang merasa tidak nyaman.
Pemahaman moral adalah pemahaman individu yang menekankan pada alasan mengapa suatu tindakan dilakukan dan bagaimana seseorang berpikir sampai pada keputusan bahwa sesuatu adalah baik atau buruk. Pemahaman moral bukan tentang apa yang baik atau buruk, tetapi tentang bagaimana seseorang berpikir sampai pada keputusan bahwa sesuatu adalah baik atau buruk.
Peserta didik dengan pemahaman moral yang tinggi akan memikirkan dahulu perbuatan yang akan dilakukan sehingga tidak akan melakukan menyakiti atau melakukan bullying kepada temannya.
Selain itu, keberhasilan remaja dalam proses pembentukan kepribadian yang wajar dan pembentukan kematangan diri membuat mereka mampu menghadapi berbagai tantangan dan dalam kehidupannya saat ini dan juga di masa mendatang. Untuk itu mereka seyogyanya mendapatkan asuhan dan pendidikan yang menunjang untuk perkembangannya.

B.     SARAN
1.                   Hendaknya pihak sekolah proaktif dengan membuat program pengajaran keterampilan sosial, problemsolving, manajemen konflik, dan pendidikan karakter.
2.                  Hendaknya guru memantau perubahan sikap dan tingkah laku siswa di dalam maupun di luar kelas; dan perlu kerjasama yang harmonis antara guru BK, guru-guru mata pelajaran, serta staf dan karyawan sekolah.
3.                  Sebaiknya orang tua menjalin kerjasama dengan pihak sekolah untuk tercapainya tujuan pendidikan secara maksimal tanpa adanya tindakan bullying antar pelajar di sekolah.










DAFTAR PUSTAKA

v  http://dsh231295.blogspot.com/2014/07/makalah-bimbingan-dan-koseling-bullying.html(Minggu 20 April 2015 jam akses 20.15)
v  http://adityawiryatama.blogspot.com/2014/12/makalah-maraknya-perilaku-bullying-di.html ( Minggu 20 April 2015 jam akses 21.32 )
v  http://www.psychologymania.com/2012/06/dampak-bullying-bagi-siswa.html
( Minggu 20 April 2015 jam akses 21.32 )
v  http://naufal.smamda.org/2009/05/28/bullying-di-sekolah-dan-upaya-meminimalisir (Minggu 21 April 2015 Jam akses 8.36)